Langsung ke konten utama

Sheena Easton

Merintis Karir Dari Serial TV
Sheena Easton merupakan seorang penyanyi dan aktris ternama asal Skotlandia. Shena Easton dilahirkan di Bellshill, North Lanarkshire, Scotlandia pada 27 April 1959, dari pasangan Alex dan Annie Orr. Sejak usia 10 tahun, bungsu dari 6 bersaudara ini ditinggal sang ayah yang meninggal dunia lantaran sakit. Meski tanpa didikan sang ayah, Easton tergolong anak pandai, dan berkat kecerdasannya ia mendapat bea siswa di Royal Scottish Academy of Music and Drama di Glasgow.

Artis yang terlahir dengan nama Sheena Shirley Orr ini memulai karirnya
lewat program film Documenter stasiun TV BBC “The Big Time”. Easton merilis singel pertamanya “Modern Girl” di tahun 1980. Namun lagu yang dirilis sebelum acara televisinya tayang ini gagal dan hanya mencapai posisi 56 tangga lagu Inggris.

Penyanyi yang single dan allbumnya telah terjual sebanyak 20 juta copy diseluruh dunia ini mulai bersinar ketika single keduanya yaitu “9 to 5” dirilis bersamaan dengan penayangan serial tv-nya. Single ini berhasil mencapai posisi 3 tangga lagu Inggris.

Singel "9 to 5" juga dirilis di AS dengan judul "Morning Train dan berhasil mencapai posisi No.1 di Billboard Hot 100 sekaligus menjadi satu-satunya no.1 hits Easton di AS.Setelah dua single ini sukses, album perdana Sheena Easton yaitu “Take My Time” dirilis tahun 1981. Album yang sama dirilis di AS dua bulan kemudian entaitled “Sheena Easton”.

Album kedua Easton “You Could Have Been with Me” dirilis tahun 1981. Album ini juga sukses dan membuahkan sertifikasi gold. Pada penghujung tahun 1981, Easton kembali mencetak hits lewat singel “For You Eyes Only”. Lagu soundtrack film James Bon in berhasil mencapai posisi top ten baik ditangga lagu Inggris maupun AS. Ditahun ini juga Easton menyabet Grammy Award untuk kategori "Best New Artist tahun 1981".

Tahun 1982 Easton merilis album ketiga “Madness, Money & Music” namun album ini terbilang gagal. Easton kembali bersinar ditahun 1983 lewat albumnya “Best Kept Secret”. Singel "Telefone (Long Distance Love Affair)" dari album ini berhasil masuk top ten hits AS. Ditahun yang sama Easton juga mencetak no.1 hits lewat duetnya dengan Kenney Rogers "We've Got Tonight".

Easton juga sempat membuat singel dalam bahasa spanyol berduet dengan Luis Miguel "Me Gustas Tal Como Eres" ("I Love You Just the Way You Are"), yang membuahkan penghargaan Grammy untuk kategori best Best Mexican-American Performance.

Pada tahun 1984 merilis album ke 5, dalam abum ini lEaston berkolaborasi dengan Price dalam album ke limaya “Privat heaven”. Album ini membuahkan hits antara lain; "Strut", "Sugar Walls" dan "Swear".

Tahun 1987 keduanya kembali berkolaborasi, kali ini giliran Easton yang menyumbangkan suaranya dalam lagu hits "U Got The Look" yang terdapat
pada album Prince "Sign “☮” the Times". “U Got The Look” yang berhasil mencapai posisi 2 tangga lagu AS.

Tahun 1988 Easton mencetak hits lewat soundtrack serial TV Miami Vice, "Follow My Rainbow". Lagu yang terdapat dalam album “The Lover in Me“ ini mencapai posisi 2 Billboard Hot 100. Sejak saat itu, Easton tidak lagi mencetak hits. Hingga kini, Easton telah mengeluarkan 16 album dan 23 singel yang 15 diantaranya mencetak hits.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Fariz RM

Musisi Jenius Indonesia Penyanyi yang satu ini takterbantahkan lagi adalah legenda hidup musik Indonesia. Di era-nya, ia adalah idola kaum muda. Musisi jenius kelahiran Jakarta 5 Januari 1959 ini juga dikenal sebagai pemusik dengan trobosan-trobosan baru. Sebelum merilis album solonya, bersama grup band "Badai" ia telah mencetak hits dengan lagu "Badai Pasti Berlalu". Barulah ditahun 1979 ia merilis Album perdananya "Selangkah Keseberang". Dekade 80-an adalah era keemasan putra pasangan Rustam Munaf dan Ana Rijnenberg ini. Album keduanya "Sakura" yang dirilis tahun 1980 menggebrak dunia musik Indonesia. Setelah itu berturut turut album-albumnya mencetak hits antara lain; "Panggung Perak", "Diantara Kata", dan "Sandra Ameido". Penyanyi yang telah dikaruniai dua orang putri dan satu orang putra dari perkawinannya dengan Oneng Diana Riyadini ini juga suka berkolaborasi. Tercatat hingga kini ia telah merilis 19 album ko...

Guru Paud Tak Terima Insentif

Dari APBD 2009 Tulungagung Dimuat di Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 05 May 2009 10:52 TULUNGAGUNG - Tahun ini, para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kemungkinan be­sar tidak menerima insentif da­ri Pem­kab Tulungagung. Pa­sal­nya, di da­lam APBD 2009 Bu­pa­ti Heru Tjah­jono tidak meng­ang­garkan insentif. Hal itu ber­be­da dengan tahun se­be­lumnya. Ta­hun lalu, Bupati Heru Tjah­jo­no meng­ang­gar­kan sebesar Rp 18 ribu per guru un­tuk 360 guru PAUD. “Tidak ta­hu alasan me­nga­pa Pemkab Tu­lung­agung ta­hun ini tidak mem­be­ri­kan in­sen­tif kepada guru PAUD, padahal me­reka sangat mem­butuhkan itu,” ungkap Ha­ri­yan­to staf ahli bi­dang PAUD Dik­nas Tu­lung­agung. Dengan tidak mendapatkan in­sen­tif dari Pemkab Tulungagung, ma­ka tahun ini mereka hanya men­dapatkan insentif dari APBN. Tapi itu pun jumlah tidak 360 guru, melainkan hanya 220 gu­ru yang berhak mendapat in­sen­tif tersebut. Menurut Hariyanto, seharusnya Pem­kab Tulungagung tetap mem­be­rikan insentif terseb...