Langsung ke konten utama

Puluhan PAUD Terima Block Grand

Puluhan PAUD Terima Block GrandDimuat Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 26 May 2009 09:35

TULUNGAGUNG - Upaya Di­nas Pendidikan (Dindik) Tu­lung­agung melobi pemerintah pu­sat terkait dana block grand PAUD membuahkan hasil. In­di­ka­si­nya, kemarin tim monitoring da­na block grand dari provinsi ke be­be­rapa lembaga PAUD yang ba­kal menerima dana tersebut. Tim yang terdiri dua pegawai da­ri Diknas Provinsi Jatim itu men­da­ta­ngi tiga lembaga PAUD di Tu­lungagung.
Ketiga lembaga yang di­kun­jungi adalah Cardova, Jepun, Arum Dalu, Plandaan, dan Bin­tang Ananda, Botoran. “Adanya tim monitoring block grand ke PAUD Tulungagung ini me­ru­pa­kan sinyal positif akan cairnya da­na block grand,” ungkap Kasi PAUD Bidang PNFI Dindik Tu­lung­agung, Puji Hartatik saat di­te­mui kemarin.


Sep­erti diberitakan, Dinas Pen­di­di­kan (Diknas) Tulungagung ti­dak ingin meningkatkan kua­li­tas pelajar dimulai pada tingkat SMP. Tapi, Diknas yang di­ke­pa­lai ­Winarto tersebut berupaya pe­ning­katan kualitas pelajar harus di­mu­lai sejak usia dini. Karena itu, Diknas pada tahun ini melobi ke pemerintah pusat agar me­ngu­cur­kan dana untuk lembaga Pen­di­di­kan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu diungkapkan staf ahli PAUD Diknas Tu­lung­agung, Hariyanto. Menurut Ha­ri­ya­n­to, untuk peningkatan ku­ali­tas PAUD, diperlukan dana dari pe­me­rintah pusat. Karena, jika ha­nya mengandalkan dari APBD ke­mungkinan besar tidak bisa mak­si­mal. Dana yang kini tengah di­tung­gu adalah block grand se­be­sar Rp 95 juta.
Menurut Tatik -panggilan Puji Har­ta­tik- sesuai dengan proposal yang diajukan ke pemerintah pu­sat melalui provinsi, ke­mung­kin­an dana block grand tersebut cair se­be­sar Rp 95 juta. Jika memang da­na itu turun sesuai proposal, ma­ka per lembaga bakal men­da­pat­kan Rp 5 juta. Tahun ini yang men­da­patkan dana itu ada 19 lem­ba­ga. “Dana ini langsung di­te­ri­ma melalui rekening lembaga ma­sing-masing, tanpa melalui Din­dik, Dindik hanya sebagai fa­si­li­tator saja,” katanya.
Dia melanjutkan, memang ber­da­sar aturan, sebelum dana itu cair, terlebih dulu tim monitoring da­ri provinsi melihat lem­baga yang bakal menerima dana ter­se­but. Kendati demikian, Dindik be­lum menentukan nama dari 19 lem­baga yang bakal mendapat da­na itu. “Untuk nama-nama kami be­lum ada,” ujarnya.
Dana sebesar Rp 95 juta atau Rp 5 juta per lembaga tersebut diperuntuk peningkatan sarana dan prasarana bermain. Seperti pem­belian alat permainan edu­ka­tif (APE). Ini sangat penting, se­bab untuk PAUD yang di­bu­tuh­kan adalah alat permainan. “Ber­fung­si untuk memacu kreativitas pa­ra siswa-siswi,” katanya.
Ketika ditanya apa saja per­sya­rat­an mendapat dana block grand? Tatik menambahkan, lem­baga rintisan yang masih mis­kin. Lembaga itu harus mem­pu­nyai minimal 20 siswa-siswi. Se­be­narnya, dana sebesar Rp 95 ju­ta ini masih kurang jika melihat lem­baga PAUD di Tulungagung se­ba­nyak 279 lembaga. Tapi, ka­re­na dana ini sistemnya ber­gan­ti­an, maka Diknas membuat atur­an bagi yang sudah mendapatkan da­na ini, kemungkinan tahun de­pan tidak mendapat. “Ini di­la­kuk­an agar terjadi pemerataan,” ujar­nya.
Sementara itu pihak monitoring dari Diknas Provinsi Jatim, Hari menyatakan, pihaknya terjun ke daerah untuk melihat kesiapan lembaga yang menerima block grand. Selain itu, mengecek apakah lembaga tersebut layak atau tidak. “Jika tidak layak dana itu dialihkan ke lembaga lain yang layak,” katanya. (and)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dione Warwick

Artis Aktivis Dunia Arits kelahiran East Orange,New Jersey, 12 December 1941 ini bukan begitu saja meraih kesuksesannya di dunia tarik suara. Karir menyanyi Dione Warwick dimulai dari lagu-lagu Gospel, ini lantaran ayahnya Mancel Warwick yang bekerja sebagai promotor lagu-lagu gospel di Chess Record. Dione Warwick mulai dikenal publik AS sejak grup The Gospelaires yang ia bentuk bersama Myrna Utley, Carol Slade, dan Delia (Dee Dee) Warwick memenangkan kontes amatir di Apolo Theater tahun 1958. Setelah suara emasnya menarik perhatian komposer Burt Bacharach tahun 1962, Dione Warwick mengikat kontrak dengan Scepter Records. Disinilah ia mulai dikenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu hits dari duo komposer dan penulis lagu Burt Bacharach dan Hal David. Tahun 1962 Dione merilis singgelnya Don't Make Me Over dengan debut albumnya di tahun 1963 bertajuk Presenting Dionne Warwick, namun baru pada album keduanya "Anyone Who Had a Heart" Dione mencetak Hits pertamanya....

Membuat Radio Online (skema 1)

Tentunya dunia broadcast sudah tidak asing lagi di Indonesia, dan dengan tidak sampai hitungan 1 jam kita bisa memiliki sebuah stasiun radio online yang bisa digunakan untuk bisnis ataupun hanya sekedar ingin selalu bisa bersama dengan kerabat dan teman untuk mendengarkan lagu – lagu favorit, cd audio, seminar atau apapun yang ingin diperdengarkan pada khalayak di Indonesia. Bisa juga untuk broadcast media untuk lagu – lagu ciptaan sendiri dengan domain sendiri. Dengan instalasi dan konfigurasi Radio Online, kini lagu – lagu atau semua media audio dapat dengan mudah didengar oleh siapa saja. Jadi Radio Online itu adalah menyiarkan secara live lewat internet semua siaran analog dari studio radio. Aku mencoba latihan membuat radio online secara live, sebelum final proyek pembuatan radio online swasta di Balikpapan. Aku menerima proyek pembuatan radio online salah satu radio swasta di Balikpapan setelah survey ke studio mereka yang sudah memiliki perangkat radio untuk siaran langsung m...