Langsung ke konten utama

Michael Jackson Meninggal, Dunia Internet Kacau

 Kematian si Raja Musik Pop, Michael Jackson berimbas secara global. Salah satu yang jadi korbannya adalah Google. Situs mesin pencari itu pun sempat rusak beberapa saat. Rusaknya Google terjadi karena begitu banyak pengakses internet mengetik kata "Michael Jackson" pada mesin pencarinya.

"We're sorry ... but your query looks similar to automated requests from a computer virus or spyware application," begitu pesan error yang disampaikan saat itu. Untungnya pihak Google telah membetulkan kerusakan tersebut dalam waktu 35 menit.

"Saya mengkonfirmasikan memang terjadi kerusakan pada Google beberapa saat lalu. Beberapa pengguna Google kesulitan mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan Michael Jackson," ujar Jennie Johnson, juru bicara Google.

Menurut data terbaru dari Google Trends, 7 dari 10 pencarian paling populer di Google saat ini ada kaitannya dengan Michael Jackson.

Sedangkan situs ensiklopedi Wikipedia mulai mengalami masalah sejak Jackson dikabarkan sakit. Para user berlomba mengedit artikel tentang Jackson sehingga informasi yang ada jadi silang sengkarut. Para editor Wikipedia pun kepayahan sehingga mengunci beberapa artikel mengenai Jacko agar tak bisa diedit lagi.

Tak ketinggalan, server situs mikro blogging Twitter juga sempat kandas. Data dari TweetVolume menunjukkan, kata 'Michael Jackson' muncul di lebih dari 66.500 tweet hanya dalam waktu 1 jam sejak laporan Jacko dilarikan ke rumah sakit menyeruak.

Pelantun 'Heal the World' meninggal secara mendadak pada Kamis (25/6/2009). Diduga, Jacko meninggal karena serangan jantung.



Kematian Jacko Gegerkan Dunia Maya

Kabar kematian Michael Jackson lebih dulu menyeruak secara online. Hal ini membuktikan era digital mampu menyampaikan informasi lebih cepat, karena kita tak lagi mendapatkan informasi terbaru lewat presenter berita di televisi.

Sementara media konvensional belum memberitakan kematian Michael Jackson, berbagai portal berita dan situs di dunia maya tengah sibuk mencari klarifikasi kebenaran berita tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran kematian menjejali dunia maya, hal ini mengakibatkan trafik akses internet melonjak tajam.

Portal berita Los Angeles Times dan Associated Press menjadi yang pertama mengkonfimrasikan kebenaran berita tersebut, hanya beberapa menit setelah sang Raja Pop itu meninggal dunia dan sebelum siaran berita televisi tercepat CBS dan ABC menyiarkannya secara langsung.

Berita ini pun membanjiri situs mikroblogging Twitter. Dengan kemampuannya sebagai penyedia layanan penyampaian pesan secara real time, Twitter menampung berbagai informasi tentang kematian Jackson. Pada Kamis malam waktu AS, Jackson menjadi topik pencarian paling populer di internet.

Kebanyakan orang yang ingin mengetahui berita terbaru tentang Jackson memanfaatkan internet sebagai sumber informasi tercepat. Segera saja hal itu menyibukkan dunia maya. Mulai dari portal berita, blog, situs jejaring sosial, hingga ensiklopedia online Wikipedia berlomba-lomba mengabarkan kematian Jacko.

Rupanya, banyak orang yang bersimpati kepada Raja Pop dunia itu. Terlebih karena kisah kematiannya yang mendadak dan tanpa diduga. (TheAge/detik/okezone/Real-Time News)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Dione Warwick

Artis Aktivis Dunia Arits kelahiran East Orange,New Jersey, 12 December 1941 ini bukan begitu saja meraih kesuksesannya di dunia tarik suara. Karir menyanyi Dione Warwick dimulai dari lagu-lagu Gospel, ini lantaran ayahnya Mancel Warwick yang bekerja sebagai promotor lagu-lagu gospel di Chess Record. Dione Warwick mulai dikenal publik AS sejak grup The Gospelaires yang ia bentuk bersama Myrna Utley, Carol Slade, dan Delia (Dee Dee) Warwick memenangkan kontes amatir di Apolo Theater tahun 1958. Setelah suara emasnya menarik perhatian komposer Burt Bacharach tahun 1962, Dione Warwick mengikat kontrak dengan Scepter Records. Disinilah ia mulai dikenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu hits dari duo komposer dan penulis lagu Burt Bacharach dan Hal David. Tahun 1962 Dione merilis singgelnya Don't Make Me Over dengan debut albumnya di tahun 1963 bertajuk Presenting Dionne Warwick, namun baru pada album keduanya "Anyone Who Had a Heart" Dione mencetak Hits pertamanya....

Puluhan PAUD Terima Block Grand

Dimuat Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 26 May 2009 09:35 TULUNGAGUNG - Upaya Di­nas Pendidikan (Dindik) Tu­lung­agung melobi pemerintah pu­sat terkait dana block grand PAUD membuahkan hasil. In­di­ka­si­nya, kemarin tim monitoring da­na block grand dari provinsi ke be­be­rapa lembaga PAUD yang ba­kal menerima dana tersebut. Tim yang terdiri dua pegawai da­ri Diknas Provinsi Jatim itu men­da­ta­ngi tiga lembaga PAUD di Tu­lungagung. Ketiga lembaga yang di­kun­jungi adalah Cardova, Jepun, Arum Dalu, Plandaan, dan Bin­tang Ananda, Botoran. “Adanya tim monitoring block grand ke PAUD Tulungagung ini me­ru­pa­kan sinyal positif akan cairnya da­na block grand,” ungkap Kasi PAUD Bidang PNFI Dindik Tu­lung­agung, Puji Hartatik saat di­te­mui kemarin. Sep­erti diberitakan, Dinas Pen­di­di­kan (Diknas) Tulungagung ti­dak ingin meningkatkan kua­li­tas pelajar dimulai pada tingkat SMP. Tapi, Diknas yang di­ke­pa­lai ­Winarto tersebut berupaya pe­ning­katan kualitas pelajar harus di­mu­lai ...