Langsung ke konten utama

Dari Gaptek,amatiran dan culun punya

Aku pengen posting..kehidupan masa laluku,kira kira 16 tahun yang silam.Semua berawal dari sebuah hobi utak atik barang yang sama sekali nggak ngerti bagaimana alat itu bekerja secara teori.Jadi semua di jalani dengan mengandalkan feeling,ikut ikutan ...tapi koq bisa bunyi juga ya?..
Musimnya temen temen main break pake freqwensi FM,saat itu belum banyak radio station jadi spasi kanalnya lumayan masih luas,tidak seperti sekarang ini ,1 skala aja udah ditempati .nggak tau siapa yang memulai mainan seru tapi liar ini.Yang jelas anak anak kampung gaptek semua akhirnya bisa bikin pemancar Fm mini tanpa dibekali teori,jangankan teori, pendidikan aja semua rata rata SMp ,padahal mainan pemancar ini khan klo menurut sejarahnya dari para senior khan lumayan rumit dan nggak asal ? jadi memang ada ilmunya ...tapi buktinya bunyi juga ? walaupun nggak jarang yang mengganggu Tv tetanga.
sambil bernostalgia...saya pengen posting skema skema pemancar Fm mini aja deh,dari mulai wireless ,tingkat dasar ampe yang pake transistor kapasitas besar untuk ukuran mini.Siapa tahu arsip posting dari Google ini kelak berguna buat aku pribadi,anak cucu,ato blogger lain :

PEMANCAR FM/WIRELESS MIC

Pemancar FM mini/Wireless Mic 88Mhz – 108 Mhz
Jarak pancar 30m s/d 50m



Berikut ini adalah gambar rangkaian Pemancar tersebut,
Silahkan anda pelajari, yang perlu mendapatkan perhatian adalah L1 atau kumparan induktor…

L1 menggunakan inti udara, gunakan kawat email 0,5mm.. gulung sebanyak 2 gulangan dengan diameter 4 s/d 5 mm.

aku dapet artikel ini dari mufid batam thanks artikel nya bang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Dione Warwick

Artis Aktivis Dunia Arits kelahiran East Orange,New Jersey, 12 December 1941 ini bukan begitu saja meraih kesuksesannya di dunia tarik suara. Karir menyanyi Dione Warwick dimulai dari lagu-lagu Gospel, ini lantaran ayahnya Mancel Warwick yang bekerja sebagai promotor lagu-lagu gospel di Chess Record. Dione Warwick mulai dikenal publik AS sejak grup The Gospelaires yang ia bentuk bersama Myrna Utley, Carol Slade, dan Delia (Dee Dee) Warwick memenangkan kontes amatir di Apolo Theater tahun 1958. Setelah suara emasnya menarik perhatian komposer Burt Bacharach tahun 1962, Dione Warwick mengikat kontrak dengan Scepter Records. Disinilah ia mulai dikenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu hits dari duo komposer dan penulis lagu Burt Bacharach dan Hal David. Tahun 1962 Dione merilis singgelnya Don't Make Me Over dengan debut albumnya di tahun 1963 bertajuk Presenting Dionne Warwick, namun baru pada album keduanya "Anyone Who Had a Heart" Dione mencetak Hits pertamanya....

Puluhan PAUD Terima Block Grand

Dimuat Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 26 May 2009 09:35 TULUNGAGUNG - Upaya Di­nas Pendidikan (Dindik) Tu­lung­agung melobi pemerintah pu­sat terkait dana block grand PAUD membuahkan hasil. In­di­ka­si­nya, kemarin tim monitoring da­na block grand dari provinsi ke be­be­rapa lembaga PAUD yang ba­kal menerima dana tersebut. Tim yang terdiri dua pegawai da­ri Diknas Provinsi Jatim itu men­da­ta­ngi tiga lembaga PAUD di Tu­lungagung. Ketiga lembaga yang di­kun­jungi adalah Cardova, Jepun, Arum Dalu, Plandaan, dan Bin­tang Ananda, Botoran. “Adanya tim monitoring block grand ke PAUD Tulungagung ini me­ru­pa­kan sinyal positif akan cairnya da­na block grand,” ungkap Kasi PAUD Bidang PNFI Dindik Tu­lung­agung, Puji Hartatik saat di­te­mui kemarin. Sep­erti diberitakan, Dinas Pen­di­di­kan (Diknas) Tulungagung ti­dak ingin meningkatkan kua­li­tas pelajar dimulai pada tingkat SMP. Tapi, Diknas yang di­ke­pa­lai ­Winarto tersebut berupaya pe­ning­katan kualitas pelajar harus di­mu­lai ...