Langsung ke konten utama

Andre Hehanusa

Penyanyi Yang Jadi Bos Perusahaan Rekaman
Nama Andre Hehanusa sudah tidak asing lagi di dunia musik Indonesia. Pria berdarah Ambon yang lahir di Ujung Pandang, pada 24 Juli 1964 ini memang memiliki bakat musik alami sejak kecil.

Artis bernama lengkap Andre Ronald Benito Hehanussa ini besar dan menetap lama di kota Bandung. Di kota kembang ini pulalah anak pertama dari 4 bersaudara ini memulai karirnya musiknya bersama Katara Singer di tahun 1987.

Meski memiliki kans untuk menjadi group besar, Katara Singer hanya menelurkan satu album bertajuk “Ternyata” di tahun 1989 yang membuahkan hits antara lain ; “Masa Bodo”, “Ternyata” dan ”Desah”.

Setalah Katara Singer vakum, Adre Hehanusa memutuskan untuk bersolo karir di tahun 1992. Keputusan bersolo karir ini ternyata tepat. Album perdana Andre “Bidadari” yang dirilis tahun 1995, meledak di pasaran. Album ini menghasilkan 3 hits “Bidadari”, “Kuta Bali” dan “Karena Kutahu Engkau Begitu”. Hingga kini, ketiga lagu tersebut masih mendapat airplay tersendiri di radio-radio di tanah air. Sementara albumnya sendiri tercatat sebagai album tersukses Adre sepanjang karirnya hingga kini.

Well …. Di era ini pula, nama Andre menjelma menjadi ikon musik Indonesia. Sukses album perdananya ini memberinya gelar musik bergengsi tanah air pada ajang BASF Award ke XI di tahun 1996. Andre menyabet 3 gelar untuk kategori “Pendatang Baru Terbaik", "Musik Rhtym & Blues" Terbaik dan Signel platinum “Bidadari”. Di tahun yang sama Andre juga mencatatkan diri sebagai R&B Best Male Artist pilihan Anugerah Musik Indonesia.

Suami dari Cut Rizky Teo ini melanjutkan sukses Album perdananya dengan merilis album kedua bertajuk “Kedua” di tahun 1997 yang meski menghasilkan dua hits “Melayang” dan “Terlalu”, album ini tidak sesukses album perdananya. Ditahun yang sama, Andre Hehanusa kembali mencetak hits lewat lagu “Dimana Ada” dari album kolaborasi 70 penyanyi dan musisi berjudul “Forum”.

Bukan Andre Hehanusa namanya jika tidak membuat trobosan baru, tahun 1998 Ia berduet dengan Julio Iglesias dalam lagu “To All The Girls I've Loved Before”. Andre juga sempat bermain dalam sebuah sinetron.

Kini Andre telah berhasil mewujudkan cita-citanya memiliki perusahaan rekaman sendiri yaitu 247 Record Company yang telah merilis album “Indra Project”, “Prazz”, dan “247 Global Ministry”. Sebelumya, Andre juga terlibat dalam project album; bertema lingkungan hidup, “Terumbu Karang dan Lovely Raja Ampat”.

Tapi, walaupun telah memiliki perusahaan rekaman, Andre memilih membuat album buat para artisnya terlebih dulu, albumnya sendiri “Living In The Harmony” masih dalam proses persiapan dan rencananya akan di rilis setelah lebaran nanti.

Yang menarik dan patut ditiru dari sosok artis yang satu ini yaitu, sebagai artis Andre Hehanusa relative tidak pernah mendapat pemberitaan buruk. Sosoknya lebih dikenal sebagai seorang yang religius dan Kristen yang taat. Ayah dari Putra Pertama Hehanusa dan Eugenio Benito Hehanusa ini ini juga telah merilis album rohani Kristen.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Puluhan PAUD Terima Block Grand

Dimuat Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 26 May 2009 09:35 TULUNGAGUNG - Upaya Di­nas Pendidikan (Dindik) Tu­lung­agung melobi pemerintah pu­sat terkait dana block grand PAUD membuahkan hasil. In­di­ka­si­nya, kemarin tim monitoring da­na block grand dari provinsi ke be­be­rapa lembaga PAUD yang ba­kal menerima dana tersebut. Tim yang terdiri dua pegawai da­ri Diknas Provinsi Jatim itu men­da­ta­ngi tiga lembaga PAUD di Tu­lungagung. Ketiga lembaga yang di­kun­jungi adalah Cardova, Jepun, Arum Dalu, Plandaan, dan Bin­tang Ananda, Botoran. “Adanya tim monitoring block grand ke PAUD Tulungagung ini me­ru­pa­kan sinyal positif akan cairnya da­na block grand,” ungkap Kasi PAUD Bidang PNFI Dindik Tu­lung­agung, Puji Hartatik saat di­te­mui kemarin. Sep­erti diberitakan, Dinas Pen­di­di­kan (Diknas) Tulungagung ti­dak ingin meningkatkan kua­li­tas pelajar dimulai pada tingkat SMP. Tapi, Diknas yang di­ke­pa­lai ­Winarto tersebut berupaya pe­ning­katan kualitas pelajar harus di­mu­lai ...

Bryan Adams

Simple dan Sederhana Dengan perjalanan karirnya yang lebih dari 20 tahun di dunia musik, dan penjualan albumnya yang menjadi pesaing artis-artis besar lainnya, sikap dan kepribadian Brian Adams ternyata tetap tidak berubah, tetap simple sederhana. "Saya hanya seorang pemain bass di band ini," katanya dalam sebuah wawancara. Bryan adams adalah penyanyi yang dikenal dengan vokalnya yang berat, penampilannya yang sederhana dan live performence-nya yang memukau. Artis yang terlahir dengan nama Bryan Guy Adams di Kingston, Ontario, Kanada ini awalnya tidak begitu mengenal musik, lantaran orang tuanya yang bertugas sebagai diplomat sering berpindah-pindah tempat dari eropa hingga timur tengah. Adams yang lahir pada 5 November 1959 ini menghabiskan masa remajanya di kota Birre, Portugal, dan baru pada tahun 1973, keluarganya kembali ke Kanada dan tinggal di utara Vancouver. Kecintaanya akan musik berawal dari sebuah gitar yang baru ia miliki saat berusia 10 tahun. Sejak saat itu ia...