Langsung ke konten utama

Jennifer’s Body Soundtrack

Album of The Day: Jennifer’s Body Soundtrack

Megan Fox diberi kesempatan untuk menjadi pemain utama dalam sebuah film-horor-remaja. Sebagai penyemarak film, maka dihadirkanlah kompilasi musikalitas khas anak muda dengan kompetensi yang cukup signifikan. Hasilnya, sebuah album yang penuh dengan enerji dan vitalitas.

PhotobucketMendengarkan album original motion picture soundtrack dari film ‘Jennifer’s Body’ mengingatkan akan album sejenis yang keluar pada dekade 90-an, dimana pada saat itu film-film horor remaja tengah mencapai puncaknya. Seolah sebagai simbiosis yang saling menguntungkan antara film, yang diperani oleh jajaran pemain baru, dan musik pengiring, yang diisi oleh penyanyi atau kumpulan yang juga baru, untuk mengenalkan diri mereka ke khalayak umum.

‘Jennifer’s Body’ adalah sebuah film horor-komedi-remaja arahan Karyn Kusama (AEON FLUX) berdasarkan skrip oleh DIablo Cody (JUNO). Ekspektasi tentu saja menjadi tingi, apalagi diperautamakan oleh Megan Fox yang tengah bersinar namanya. Sebagai sebuah film remaja, maka tidak afdol tanpa menyertakan kumpulan musik dari sub-genre yang biasa dinikmati remaja. Maka OST. ‘Jennifer’s Body’ adalah sebuah kompilasi yang cukup representatif untuk itu.

Dari 15 penampil, campuran antara nama-nama beken dan pendatang gress, kesemuanya mencakup enerji dan vitalitas semangat remaja. Maka tidak heran jika nafas pop-rock-alternatif terasa lental disini.

Dibuka dengan “Kiss With A Fist” dari sensasi rock terbaru Florence + The Machine yang dipenuhi oleh raungan gitar dan ketukan drum ala punk yang mengehentak. Sebuah pembuka yang manis. Selanjutnya ada Panic! At The Disco dengan “New Perspective” yang tidak terlalu garang, namun dipenuhi oleh kekuatan emo-rock yang mendukung untuk itu.

Hayley Williams cuti sejenak menjadi vokalis Paramore dan mendendangkan “Teenagers” yang lebih berbau pop-rock. Hayley tidak menjerit seperti biasanya disini dan bernyanyi secara lebih santai dengan komposisi musik yang antemik, sesuai dengan tema lagunya.

Seakan belum cukup, nafas antemik yang dipenuhi hook yang catchy dilanjutkan Little Boots dengan “New in Town” yang berbau elektro-rock. Sedikit bermellow ria berikutnya dihadirkan oleh band emo beken Dashboard Confessional melalui “Finishing School”.

Low Shoulder mungkin belum begitu dikenal, akan tetapi “Through The Trees”-nya boleh dicoba sebagai emo yang lebih power ketimbang Dashboard Confessional sebelumnya. Dan keimutan yang dikejar oleh Cute Is What We Aim For dalam “Time” tetap dalam ranah rock yang atmosferik.

Kumpulan punk Screeching Weasel dengan penuh semangat menyanyi ulang “I Can See Clearly Now” dan Cobra Starship yang lebih mapan menghadirkan “Chew Me Up and Spit Me Out” yang berbau disko bumbu rock. Sedang kumpulan pengusung modern rock, All Time Low melengkingkan “Toxic Valentine” yang rasanya terlalu tipikal.

Selanjutnya ada salah satu lagu terbaik dalam kompilasi ini, “I’m Not Gonna Teach Your Boyfriend How To Dance With You” dari Black Kids. Benar-benar penuh dengan potensi untuk menjadi besar. Ditingkahi dengan drum yang melonjak, mengajak bergoyang, dan raungan riff gitar yang catchy.

White Lies hadir dengan ‘Death’ yang sedikit mengingatkan akan Snow Patrol disini, akan tetapi tembang bergaya post-punk mereka juga sangat menarik untuk dicermati. Sedangkan “Celestial Crown” dari The Sword lumayan mampu menghadirkan kesan bising ala rock alternatif era 90-an, meski tanpa menghadirkan vokal sama sekali.

Dua trek penutup adalah “Little Lover’s so Polite” dari Silversun Pickups dan “Ready for the Floor” dari Lissy Trullie. Kedua-duanya adalah tembang rock dengan kekuatan pada vokal penyanyinya yang berjenis kelamin perempuan Yang pertama lumayan menarik namun gampang terlupakan sedangkan yang terakhir menutup album dengan feel tepat.

Apakah lagu-lagu kontributif terhadap perkembangan narasi filmnya atau tidak bukan merupakan hal yang perlu kita bahas disini. Akan tetapi secara keseluruhan, dengan mendengarkan album ini, maka secara umum kita akan mengankap semangat revivalitas rock dalam album ini akan menjadi atmosfir yang jenial untuk filmnya. Apalagi dengan hadirnya penyanyi atau pun band yang mayoritas divokali oleh perempuan, maka unsur tersebut semakin kentara.

Sebagai sebuah album kompilasi, album ini pun cukup mumpuni menjalani misinya. Pilihan lagunya, meski setipe akan tetapi mempunyai momen-omen tertentu yang menghanyutkan. Dengan beberapa nama besar dan nama-nama yang kurang dikenal mencoba menampilkan lagu-lagu mereka sebagai warna dalam film ini, maka modal album ini sudah lumayan kuat. Hanya saja, tidak semua materi di album ini benar-benar menarik.

Kalau harus memilih, maka “Kiss With A Fist”, “Teenagers”, “Through The Trees”, “Time”, “I’m Not Gonna Teach Your Boyfriend How To Dance With You” dan “Ready for the Floor” adalah highlight untuk album ini.
(Haris / CreativeDisc Contributors)

TRACK LIST:
01. Florence + The Machine – Kiss With a Fist
02. Panic! At the Disco – New Perspective
03. Hayley Williams – Teenagers
04. Little Boots – New In Town
05. Dashboard Confessional – Finishing School
06. Low Shoulder – Through the Trees
07. Cute Is What We Aim For – Time
08. Screeching Weasel – I Can See Clearly Now
09. Cobra Starship – Chew Me Up and Spit Me Out
10. All Time Low- Toxic Valentine
11. Black Kids – I’m Not Gonna Teach Your Boyfriend How to Dance With You
12. White Lies – Death
13. The Sword – Celestial Crown
14. Silversun Pickups – Little Lover’s So Polite
15. Lissy Trullie – Ready for the Floor




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Dione Warwick

Artis Aktivis Dunia Arits kelahiran East Orange,New Jersey, 12 December 1941 ini bukan begitu saja meraih kesuksesannya di dunia tarik suara. Karir menyanyi Dione Warwick dimulai dari lagu-lagu Gospel, ini lantaran ayahnya Mancel Warwick yang bekerja sebagai promotor lagu-lagu gospel di Chess Record. Dione Warwick mulai dikenal publik AS sejak grup The Gospelaires yang ia bentuk bersama Myrna Utley, Carol Slade, dan Delia (Dee Dee) Warwick memenangkan kontes amatir di Apolo Theater tahun 1958. Setelah suara emasnya menarik perhatian komposer Burt Bacharach tahun 1962, Dione Warwick mengikat kontrak dengan Scepter Records. Disinilah ia mulai dikenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu hits dari duo komposer dan penulis lagu Burt Bacharach dan Hal David. Tahun 1962 Dione merilis singgelnya Don't Make Me Over dengan debut albumnya di tahun 1963 bertajuk Presenting Dionne Warwick, namun baru pada album keduanya "Anyone Who Had a Heart" Dione mencetak Hits pertamanya....

Transmitter FM mini 88 Mhz-108 Mhz

Di dalam bagian ini di bahas tentang pemancar fm mini, dengan jangkauan siar sekitar 300-400 meter, bila menggunakan tegangan kerja 9 volt maka daya pancar sekitar 300 meter dan bila menggunakan tegangan kerja 12 volt maka jangkauan sekita r 400-450 meter, tergantung dari antena yang anda gunakan. Daftar komponen : C1 = 0.001uf C2 = 5.6pf C3, C4 = 10uf / 16V (ELCO) C5 = 3-18pf (Adjustable Cap) R1 = 270 Ohm 1/4W R2, R5, R6 = 4.7k 1/4W R3 = 10K 1/4W R4 = 100K 1/4W Q1, Q2 = 2N2222A (NPN Transistor) atau 2N3904 L1, L2 = 5 Turn Air Core Coil MIC = Electret Microphone 9V Battery, PC Board, Wire For Antenna Untuk l1 dan l2 lilitannya 5 kali lilit, anda dapat menggunakan isi bolpoin untuk melilitnya sehingga rapi dan setelah selesai lepaslah isi bolpoin tsb. c5 digunakan untuk penempatan frekuensi siar. dapat ditala antara 88-108 Mhz, untuk jangkauan lebih jauh gunakan antena pengarah {antena yagi}. silahkan mencoba!!!! dari : circuit elec