Langsung ke konten utama

Flo Rida ft.Nelly Furtado – Jump

Single of The Day: Flo Rida ft.Nelly Furtado – Jump

Single “Jump” adalah single ketiga dari album R.O.O.T.S. milik Flo Rida. Gimana rasanya perpaduan antara Flo Rida dengan Nelly Furtado? Simak Reviewnya berikut ini…

PhotobucketSaya termasuk orang yang kaget ketika mendengar ramuan album Loose milik Nelly Furtado. Benarkah dia bisa bernyanyi dalam beat-beat hip hop yang sangat kental? Well, lewat Maneater dan Prosmiscous mungkin dia bisa lolos, tapi sayang di track ini Nelly Furtado tinggal kelas. Dia tidak bisa menyamai hook yang ingin ditampilkan oleh Flo Rida.

Jangan memutar lagu ini dipagi hari ketika nyawa anda belum terkumpul sepenuhnya. Selama 18 detik di intro pertama aman, selanjutnya ketika suara Nelly Furtado perlahan-lahan masuk dan memaksa anda ”Jump” disitulah anda harus merasa was-was. Bisa jadi intronya akan terdengar sangat annoying. Tapi ketika anda sudah siap beraktivitas dan membutuhkan suplemen penambah semangat, hantaman bass dan party vibe yang dihantarkan track ini bisa dijadikan asupan untuk mood anda.

Track ini menjadi single ketiga yang dilempar oleh Flo Rida untuk album R.O.O.T.S. (Routes Of Overcoming The Struggle). Tentu saja formula yang banyak digunakan dalam track hip hop adalah dengan mengundang artis lain memberikan twist yang sedikit berbeda. Daripada terdengar monoton. Tapi ternyata kali ini Flo Rida salah pilih. Dibandingkan dengan Wynter yang menemaninya di track “Sugar”, Nelly Furtado terdengar sangat flat! Seakan-akan dia dipaksa untuk menyumbangkan suara saja disana.

Sebenarnya banyak bagian yang cukup menarik di track ini. Terutama ketika Flo Rida menyanyikan tentang “NBA ballin” di pertengahan lagu. Emosi dan klimaks lagunya sudah pas. Tapi ini tidak diselesaikan dengan baik oleh pasangan duetnya. Apakah Nelly Furtado kelebihan beat? Sepertinya iya. Belum tuntas bagian yang dinyanyikan oleh Flo Rida, reffrain sudah dinyanyikannya dengan repetisi yang berulang. Seandainya suaranya sedikit smooth, maka vokalnya tidak akan terdengar saling bertabrakan!

Sedikit rumor mengenai track ini, bahwa memang ini adalah sebuah track ”pesanan”. Dengan adanya satu brand yang terucap di dalam lirik lagunya. Plus, track ini dipilih sebagai soundtrack film G-Force. Film tentang sekumpulan hamster yang mengajak anda untuk ”Jump” kesana kemari.

Well, track ini bisa terasa menyenangkan ketika anda mendengarkannya sambil bermain trampolin atau sewaktu mengendarai mobil anda di perjalanan di sore hari. Satu mantra yang sangat teringat, “When I say ‘jump’, you say ‘how high’?”

(iQko / CreativeDisc Contributors)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield. Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969. Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan ...

Dione Warwick

Artis Aktivis Dunia Arits kelahiran East Orange,New Jersey, 12 December 1941 ini bukan begitu saja meraih kesuksesannya di dunia tarik suara. Karir menyanyi Dione Warwick dimulai dari lagu-lagu Gospel, ini lantaran ayahnya Mancel Warwick yang bekerja sebagai promotor lagu-lagu gospel di Chess Record. Dione Warwick mulai dikenal publik AS sejak grup The Gospelaires yang ia bentuk bersama Myrna Utley, Carol Slade, dan Delia (Dee Dee) Warwick memenangkan kontes amatir di Apolo Theater tahun 1958. Setelah suara emasnya menarik perhatian komposer Burt Bacharach tahun 1962, Dione Warwick mengikat kontrak dengan Scepter Records. Disinilah ia mulai dikenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu hits dari duo komposer dan penulis lagu Burt Bacharach dan Hal David. Tahun 1962 Dione merilis singgelnya Don't Make Me Over dengan debut albumnya di tahun 1963 bertajuk Presenting Dionne Warwick, namun baru pada album keduanya "Anyone Who Had a Heart" Dione mencetak Hits pertamanya....

Puluhan PAUD Terima Block Grand

Dimuat Radar TUlungagung dot co id: Tuesday, 26 May 2009 09:35 TULUNGAGUNG - Upaya Di­nas Pendidikan (Dindik) Tu­lung­agung melobi pemerintah pu­sat terkait dana block grand PAUD membuahkan hasil. In­di­ka­si­nya, kemarin tim monitoring da­na block grand dari provinsi ke be­be­rapa lembaga PAUD yang ba­kal menerima dana tersebut. Tim yang terdiri dua pegawai da­ri Diknas Provinsi Jatim itu men­da­ta­ngi tiga lembaga PAUD di Tu­lungagung. Ketiga lembaga yang di­kun­jungi adalah Cardova, Jepun, Arum Dalu, Plandaan, dan Bin­tang Ananda, Botoran. “Adanya tim monitoring block grand ke PAUD Tulungagung ini me­ru­pa­kan sinyal positif akan cairnya da­na block grand,” ungkap Kasi PAUD Bidang PNFI Dindik Tu­lung­agung, Puji Hartatik saat di­te­mui kemarin. Sep­erti diberitakan, Dinas Pen­di­di­kan (Diknas) Tulungagung ti­dak ingin meningkatkan kua­li­tas pelajar dimulai pada tingkat SMP. Tapi, Diknas yang di­ke­pa­lai ­Winarto tersebut berupaya pe­ning­katan kualitas pelajar harus di­mu­lai ...